0

JUDI BOLA | Tradisi Sabung Ayam Yang Masih Dilestarikan ADUJUDI

JUDI BOLA | Tradisi Sabung Ayam Yang Masih Dilestarikan ADUJUDI

Untuk memahami sabung ayam di Indonesia, mungkin perlu dicermati antara murni judi atau bagian dari tradisi agama? Pada beberapa acara ritual, sabung ayam harus diselenggarakan. Apakah perkembangan jaman bisa menghapus sisi upacara tersebut, tergantung sejauh mana kebijakan pemuka agamanya. Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, usia sabung ayam nyaris setua pembentukan masyarakat di pulau-pulau Nusantara. Mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Sulawesi punya kisah tentang sabung ayam.

Jawa
Di Jawa, sabung ayam berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja.

Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir. Secara sejarah nyata, sabung ayam memegang peran dalam pembentukan kerajaan Jawa. Sabung ayam menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau, terkait Singosari.

Bali
Sabung ayam di Bali disebut Tajen. Nama ini berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai).

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar.

Sebuah lontar yang memuat sabung ayam ada dalam  lontar Yadnya Prakerti. Yakni, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Bugis
Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur

Kini Sabung Ayam bisa anda nikmati dengan kecintaan sebagai petaruhan untuk Ayam pilihan sendiri,tentunya sangat menarik dimana anda bisa langsung melihat dan memilih pilihan ayam yang akan menjadi juara pilihan anda,Hanya di Sabung Ayam S128.net dan bergabung lah dengan kami di ADUJUDI.COM untuk bisa mendapatkan id dan login ke dalam live S128.net,dan saksikan secara live untuk petarungan Ayam pilihan anda.

KLIK DI SINI UNTUK INFO LEBIH LANJUT>>>>>>>ADUJUDI.COM

1. Agen Poker Online
2. Judi Poker Online
3. Poker Indonesia Online
4. Poker Online Terpercaya
5. Agen Bola Terpercaya
6. Judi Bola Online
7. Taruhan Bola Online
8. Bandar Bola Terpercaya
9. Sabung Ayam Online
10.Adu Ayam Online

AduJudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *